Tampilkan postingan dengan label Motivation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivation. Tampilkan semua postingan

IKHLAS

Minggu, 17 Mei 2015

Ikhlas?
Apa itu ikhlas?
Bagaimana kita bisa ikhlas?

Baru saja saya menerima wa dari ade kelas saya dan menanyakan
"Kak, bagaimana cara untuk ikhlas, nerima prodi yang kakak ga minat?"
Seketika saya terdiam, pikiran saya kembali ke satu tahun yang lalu, tepat disaat saya harus kuliah yang memang bukan apa yang saya minati.
Bagaimana saya bisa memberitahu cara untuk ikhlas, sementara sampai saat ini pun saya masih belum sepenuhnya untuk ikhlas.

Ya tuhan, terkadang saya berfikir orangtua terlalu egois memaksakan kehendak yang bahkan tidak mereka sukai untuk kepentingan mereka. Memang saya tau bahwa orangtua selalu ingin yang terbaik untuk anaknya. Tapi untuk kali ini, saya tidak habis pikir kenapa harus mengorbankan anaknya? Entahlah mungkin pikiran egois saya yang terlalu mendominasi. Tapi ini sangat tidak logis bagi saya ya tuhan.

So, beruntung lah kalian yang bisa dengan mudahnya memilih jurusan apa yang akan kalian ambil. Beruntung lah kalian memiliki orangtua yang membebaskan pilihan masa depan di tangan kalian sendiri.

Tapi tenang, jangan khawatir bagi kalian yang harus mengikuti kata orangtua dalam menentukan masa depan kalian, karna percayalah sesuatu yang kalian mulai dengan restu dan rida orangtua, pasti akan dimudahkan sama Allah. Ya, saya percaya itu.

Percaya bahwa Allah memberikan cobaan bagi umatnya tidak akan melebihi batas kemampuan umatnya. 
Dan percaya bahwa Allah akan menaikkan derajat kita jika kita mampu melewati cobaan Nya.. Aamin

IMPIAN

Sabtu, 16 Mei 2015

Impian?
Pasti banyak orang yang mendeskripsikan kata ini dengan banyak hal dan pemikiran.
Setelah ini mau kemana?
Kamu mau jadi apa?
Apa rencana kamu selanjutnya?

Mungkin pertanyaan diatas adalah pertanyaan klasik yang sering kita dengar dan sangat berhubungan dengan impian masing2 orang, terkadang mereka bertanya bukan karena mereka peduli tapi hanya penasaran, banyak cara yang dilakukan setiap orang mengenai impiannya masing2. Ada yang bermimpi dan mewujudkan, ada bermimpi tanpa mereka harus repot2 mengejarnya, dan ada juga mereka yang bermimpi namun berhenti ditengah jalan.

Eum, mungkin saya termasuk di dalam golongan terakhir tersebut.
Entahlah dari saya kecil bahkan sampai detik ini pun impian saya cuman satu, menjadi malaikat berjas putih. Yapp seorang dokter. Tapi sepertinya Allah punya rencana lain yang saya tidak ketahui hingga saya bisa terpental jauh, bahkan dari dulu pun saya tidak pernah membayangkan apa yang saat ini saya alami, yapp akan menjadi seorang akuntan. Saya tau ya Allah rencana mu pasti lebih baik. Tapi apakah salah jika saya masih menginginkannya ya Allah, apakah salah jika saya masih ingin menjadi seorang dokter?
Tapi saya percaya, Allah punya rencana yg luar biasa untuk saya. Bantu saya ya allah, bantu saya untuk tetap istiqamah dijalan mu, bantu saya melewati semuanya dengan mudah, dengan rida Mu, dan rida orangtua hamba.

Bahkan untuk saat ini jika ditanya apa mimpi saya itu adalah pertanyaan tersulit bagi saya. Entahlah, saya takut. Takut untuk kembali kecewa, takut untuk berharap terlalu besar, takut untuk memulai lagi. Saya tau saya pengecut. Tapi untuk saat ini saya merasa nyaman diposisi ini, yapp untuk saat ini.

Saya hanya melakukan yang terbaik semampu saya, berusaha untuk segera lulus, mendapat nilai yang baik, kemudian kerja. Sangat membosankan bukan?
Yapp, awalnya saya memang berfikir seperti itu. Tapi jika itu bisa membuat orang tua saya bisa sedikit lebih tenang memikirkan masa depan saya. Itu menjadi pekerjaan ringan yang pernah saya lakukan walaupun beban yang ada di bahu saya semakin hari semakin bertambah berat. Insyallah restu mu mah, bisa buat icha tetep survive sampai detik ini.

Bantu icha mah, bantu icha untuk jadi anak yang berbakti sama mama, you're the only one. You're my hero, jaga mama saya ya Allah sampai saya mampu setidaknya sedikit saja membalas apa yang telah mamah saya beri untuk saya.

Semangat

Selasa, 12 Mei 2015

Saat gue harus belajar ikhlas ketika apa yang gue inginin belum diizinin Allah untuk terkabul, atau mungkin memang itu bukan jalan yg Allah tunjukan buat gue.

"mungkin lo harus merendahkan diri lagi ca, rencana Allah lebih baik" 

Tangisan dan ketidaksemangatan gue cuma nunjukin betapa sombong dan bangganya gue sama hasil yang telah gue perjuangkan di sekolah, yang pada akhirnya belum cukup baik.

Entahlah, mungkin kalau para penemu hebat nangis dan putus asa di percobaan pertama, dunia bakalan jadi dunia yang gak gue kenal sekarang. 

Sebagaimana tak ada langit yang terlalu tinggi dan laut yang terlalu dalam, begitu pula juga di atas langit masih ada langit dan di bawah laut terbentang samudra yang luas. 

Ayo, masih banyak pintu kebuka. Ujian-ujian di depan memang susahnya astaga. Tapi kalau lu mau merendahkan diri dan ngaku ga bisa, maka lu akan belajar meskipun harganya berat. Dan ketika lu belajar dengan sungguh-sungguh, mungkin hari ini lu gabisa, tapi liat bulan depan, siapa kedepannya bisa lebih baik, atau bahkan ini jalan Allah buat nunjukin "Possion lu bukan disini ca"

And you see, the God that I know adalah Tuhan yang melihat niat dan usaha, bukan hasil. Percayalah, dia gak pernah membiarkan semuanya jadi tanpa arti. Air mata, keringet dan energi yang udah lu keluarkan gaakan terbuang sia-sia. Cause you know, Allah yang adil meeeen. 

Dan jangan lupa,
Every cloud has a silver lining.